Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Rangkuman Materi Biologi Tentang Pola Hereditas Pada Manusia : Penentuan Jenis Kelamin, Cacat Menurun, dan Penentuan Golongan Darah

banksoalbiologi-com - Halo sahabat Biologi, selamat datang kembali di blog BSB atau banksoalbiologi.com . Pada postingan kali ini, Saya akan membahas pola hereditas pada manusia atau pola pewarisan sifat pada manusia. Materi ini adalah materi biologi SMA yang disampaikan atau dibahas di kelas XII. Dan sedikit dibahas di kelas IX SMP. 

Namun, pada pembahasan ini hanyalah rangkuman atau poin-point penting dari materi hereditas pada manusia. Jadi, adik-adik bisa mengetahui cakupan materi secara umum dengan membaca postingan ini. Selamat belajar , semoga bermanfaat.

pola hereditas manusia

Penentuan Jenis Kelamin

Manusia mempunyai jumlah kromosom tubuh atau biasa disebut dengan istilah "autosom" dan juga kromosom kelamin atau bisa disebut juga kromosom seks dengan istilah "gonosom". Jumlah kromosom manusia tersebut adalah 46 buah. Karena kromosom ini berpasang-pasangan, maka otomatis berjumlah 23 pasang. Nah, dari 23 pasang kromosom tersebut, 22 pasang adalah kromosom autosom dan tentu 1 pasang lagi adalah gonosom. Jadi jelas ya, bahwa kromosom kelamin itu jumlahnya lebih sedikit dari kromosom tubuh atau autosom. 

Jika spermatozoa membawa kromosom X(ginospermium) kemudian membuahi ovum (tentu, ovum ini akan membawa kromosom X), maka hasil dari pembuahan ini akan menghasilkan anak yang berjenis kelamin perempuan (berarti XX). Namun, jika spermatozoa tadi membawa kromosom Y (androspermium) maka akan dihasilkan anak yang berjenis kelamin laki-laki (berarti XY). Saya ingatkan sekali lagi, ovum hanya membawa atau mengandung kromosm X. Jadi yang menentukan anaknya nanti laki-laki atau perempuan, ya tergantung spermatozoa yang membawa kromosom X atau Y. Kesimpulannya? Yups, penentu jenis kelamin pada manusia ditentukan oleh spermatozoa.

Cacat dan Penyakit Menurun

Cacat menurun merupakan sifat-sifat menurun berupa kelainan fisik. Cacat menurun ini ada yang bersifat resesif, dan ada juga yang bersifat dominan. Resesif ini merupakan sifat yang tertutupi oleh sifat lain (tertutupi sifat dominan). Apa contoh cacat menurun yang bersifat resesif? Albino, tuli, dan botak adalah contoh dari cacat menurun yang disebabkan oleh sifat resesif. Sedangkan contoh cacat menurun yang bersifat dominan yaitu sindaktili, polidaktili, dan brakidaktili. Penyakit-penyakit ini berhubungan dengan alat gerak tepatnya jari. Sindaktili itu merupakan cacat menurun dimana jari-jari saling berlekatan. Kalau polidaktili mungkin kalian juga sering mendengar ya kan? Iya betul, polidaktili itu merupakan kelainan dimana jari-jari tangan lebih dari 10. Atau lebih sederhananya memiliki jari banyak (lebih dari normal). Sedangkan brakidaktili itu merupakan kelainan jari tangan yang memendek, baik jari tangan maupun kaki.

Sedangkan penyakit menurun merupakan penyakit yang diturunkan atau diwariskan dari orangtua kepada anak-anaknya. Apa ciri dari penyakit menurun? Ciri dari penyakit menurun yaitu penyakit tidak dapat disembuhkan melalui pengobatan biasa, penyakit menurun tidak menular, namun penyakit menurun dapat dicegah agar tidak menurun kepada generasi berikutnya yaitu melalui perkawinan. Lalu, apa saja penyakit yang tergolong kedalam penyakit keturunan? Hemofilia (darah sukar membeku), buta warna, hipertrichosis, anadontia, gigi cokelat, gangguan mental, skizofrenia, sicklemia, sistis fibrosis,  merupakan contoh penyakit menurun pada manusia. 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jika kita telusuri melalui pola-pola hereditas, ternyata penyakit menurun muncul karena adanya peristiwa gagal berpisah. Penyakit menurun pada manusia ada yang terpaut kromosom kelamin dan ada juga yang terpaut kromosom tubuh atau autosom. 

Contoh penyakit yang terpaut kromosom kelamin adalah buta warna (colour blind), hemofilia, anadontia, gigi cokelat, dan hipertrichosis. Sedangkan penyakit menurun yang tidak terpaut kromosom kelamin yaitu gangguan mental (debil, insibil, dan idiot), sicklemia, sistis fibrosis, dan skizofrenia. 

Gagal berpisah ini bisa terjadi pada manusia sehingga dapat merugikan individu, karena menghasilkan sifat-sifat yang lain dari keadaan normal. Individu yang dapat dihasilkan dari peristiwa gagal berpisah yaitu XXX, XO, YO, dan XXY. Kelainan-kelainan tersebut akan dibahas lebih lanjut pada materi Mutasi Genetik.

Golongan Darah

Ada tiga sistem penggolongan darah pada manusia, yaitu golongan darah sistem ABO, sistem Rhesus, dan sistem MN. Tentunya, kalian sudah mengenal dari ketiga sistem tersebut, terlebih sistem ABO. Pastinya, kalian tahu kan golongan darah sendiri apa? Kalau ngga, keterlaluanšŸ˜…

Baik, mari kita bahas sekilas hanya mengingatkan dari ketiga sistem penggolongan darah ini.

a. Golongan Darah Sistem ABO

Berdasarkan sistem ABO, golongan darah manusia dibedakan menjadi empat macam yakni A, B, AB, dan O. Keempat golongan darah tersebut dibedakan dari kandungan genotipe yang dimilikinya. Misalnya A (IAIA atau IAIO), B (IBIB atau IBIO), AB (IAIB), dan O (IOIO). 

b. Golongan Darah Sistem Rhesus

Golongan darah sistem rhesus ini dikendalikan atau diatur oleh satu gen yang terdiri atas dua alel, yaitu Rh positif dan Rh negatif. Rh dominan terhadap rh. Rh positif memiliki kemungkinan genotipe RhRh atau Rhrh sedangkan Rh negatif yaitu rhrh.

c. Golongan Darah Sistem MN

Golongan darah sistem MN dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu golongan darah M, N, dan MN. Genotipe yang dikandungnya sama halnya dengan sistem ABO, hanya saja genotipenya IM dan  IN.

Baiklah, cukup sekian penjelasan singkat mengenati Rangkuman Materi Biologi Tentang Pola Hereditas. Walaupun singkat, semoga bermanfaat ya. Jika ada hal yang perlu untuk didiskusikan silakan tinggalkan pesan di kolom komentar. 

Makasih atas kunjungannya, jangan bosen-bosen ya berkunjung lagi di www.banksoalbiologi.com 

Post a Comment for "Rangkuman Materi Biologi Tentang Pola Hereditas Pada Manusia : Penentuan Jenis Kelamin, Cacat Menurun, dan Penentuan Golongan Darah"